Breaking News

Lagi, Tentang Kearifan Lokal dan Pengelolaan Lingkungan

Tim penanggulangan bencana memadamkan api yang membakar lahan gambut di Kampar, Provinsi Riau, 9 September 2015. [Stringger EPA via beritagar]
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau menyelenggarakan International Conference dengan tema “On Communication, Proselytizing, and Local Wisdom in the Environmental Management of Contemporary Indonesia”. Gelaran yang berlangsung dua hari ini, 19 - 20 November 2018, merekomendasikan penguatan konsep Islam tentang lingkungan. 
"Diperlukan kontribusi akademik yang lebih banyak dari sarjana agama untuk menawarkan konsep Islamic environmentalism. Meski dari segi praktek sudah banyak kontribusi dari berbagai ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah. Tapi dari segi kontribusi konseptual dan teoretis masih kurang," kata Rektor UIN Suska Riau Akhmad Mujahidin, Selasa (20/11), membacakan salah satu butir rekomendasi.  
"Salahsatu contoh, K.H. Ali Yafie (tokoh NU), pernah menulis buku berjudul 'Fikih Lingkungan'. Tapi tidak ada lagi yang meneruskannya," lanjutnya.
Menurut Mujahidin, diperlukan pendekatan antropologis yang holistik, dan sosial politik dalam memahami mengapa pengelolaan lingkungan di Indonesia jika dikaitkan dengan agama dan dakwah keagamaan masih rendah. Kajian itu harus holistik menyeluruh, karena faktanya tidak hanya faktor agama, tapi lebih kompleks.
Rekomendasi lainnya, lanjut Mujahidin, menggarisbawahi perlunya kajian mendalam tentang peranan agama dalam kepedulian menjaga lingkungan dan tentang hubungan agama dengan lingkungan dengan pendekatan yang multidisiplin atau lintas keilmuwan. "Sarjana agama, sarjana komunikasi dengan ahli lingkungan harus lebih sering berkolaborasi dalam penelitian sehingga menghasilkan kajian-kajian yang pro terhadap lingkungan," tuturnya memberi contoh.
Mujahidin berharap Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama dapat memberikan akses terkait pendanaan yang lebih luas untuk membiayai kajian akademik dan penelitian lapangan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang mengambil topik peranan agama dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Panitia konferensi menerima lebih dari 50 lebih abstrak makalah. Dari jumlah itu, ada 32 makalah yang dipresentasikan, dan semuanya membahas tentang lingkungan. 

Peneliti Balitbang dan Diklat Kemenag selaku steering committee (pengarah) Muhammad Adlin Sila menjelaskan, ada dua keynote speech yang hadir, yaitu: Ronald Lukens-Bull dari Amerika dan Greg Fealy dari Australia. Prof Ronald Lukens-Bull menggarisbawahi perlunya pendekatan antropologis dalam memahami pengelolaan lingkungan. “Jadi harus holistik, atau menyeluruh, tidak hanya faktor agama dalam mengelola lingkungan tapi lebih kompleks,” kata Adlin.

Sementara, Associate Professor Greg Fealy, memberikan tawaran akan mengundang para sarjana agama untuk berkontribusi dalam menawarkan konsep Islamic environmentalism. “Saya melihat, meski dari segi praktek sudah banyak kontribusi dari berbagai ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah, diperlukan penguatan konsep Islamic environmentalism," kata Adlin mengutip paparan Greg Fealy.
Konferensi ini terselenggara atas kerjasama UIN Suska Riau dengan Balai Litbang Agama Jakarta. Kepala Balai Litbang Agama Jakarta Nuruddin dalam sambutannya mengapresiasi UIN Suska Riau atas jalinan kerjasama yang baik ini. Dia berharap,  kerjasama ini dapat dilanjutkan dan disinergikan dalam berbagai kerjasama lainnya, utamanya dalam penelitian, seminar dan peningkatan SDM bagi masyarakat.(kemenag)

No comments