Breaking News

Tugas Saya Mem-vote Keberagaman

Amelia Hapsari. [istimewa]
Amelia Hapsari tak menyangka kalau biodata dirinya yang tempo hari diminta salah seorang kawannya, ternyata diajukan untuk bergabung dengan AMPAS (Academy of Motion Pictures Arts and Sciences). Maka, ketika ia mendapat pemberitahuan dari organisasi sineas dan perfilman Hollywood itu senangnya bukan main. “Selain surprise, ya senang banget,” kata Amelia, 41 tahun.
Ia beranggapan, apa yang sejak beberapa tahun lalu ia dan komunitasnya perjuangkan  tidaklah sia-sia. “Dan mereka benar-benar menepati janjinya,” kata Amelia.
Seperti diketahui, menyusul gerakan #OscarsSoWhite pada 2016, yang memprotes dominasi orang kulit putih di Akademi, organisasi itu berjanji untuk menambah jumlah anggota perempuan serta kulit hitam, etnis Asia, dan minoritas etnis lainnya (Black, Asian, and Minority Ethnic; BAME). Dan Amelia, rupanya salah satu yang terpilih – dari 819 aktor dan pembuat film yang mendapat undangan untuk bergabung dengan AMPAS.
Amelia, kelahiran Semarang, Jawa Tengah, memang layak mendapat pengakuan seperti itu. Menghabiskan waktu di luar negeri selama 15 tahun, selain menyelesaikan sarjana dan master komunikasinya di Ohio University, ia sempat menjadi jurnalis radio di Tiongkok sebelum kemudian bekerja di Timor Leste -- membuat program TV, video advokasi, animasi, dan drama pendek.
Sekembalinya ke Indonesia, 2012, ia langsung bergabung dengan In-Docs, organisasi nirlaba yang menjadikan film dokumenter sebagai media dalam mengkampanyekan keragaman dan perbedaan. Di organisasi inilah ia sempat memproduksi sejumlah film pendek – antara lain Jadi Jagoan ala Ahok (2012) dan Akar (2013).
Selain itu, sebagai direktur program In-Docs, menggaet Bekraf (Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), ia menginisiasi Docs By The Sea (2017 dan 2018). Inilah forum internasional yang menghubungkan proyek-proyek dokumenter Asia Tenggara terbaik dengan industri dunia. Salah satunya dengan lingkaran Hollywood yang juga menjadi salah seorang anggota AMPAS.
Dan lewat ajang itulah, AMPAS melihat Amelia sebagai sosok yang layak masuk dalam organisasi penyelenggara Hadiah Oscar tersebut. "Mereka melihat kami sebagai sebuah hub penting di dunia, juga di Asia Tenggara. Jadi, mereka mikir 'oke Amelia harus masuk ke Akademi'," kata Amelia.
"Dengan saya sudah masuk, berarti tugas saya untuk mem-vote film-film yang terus menyuarakan keberagaman, dan juga terus membantu lagi bertambahnya nominasi dan juri dari Asia Tenggara," tandas dia, ihwal misi terhormatnya di AMPAS.

No comments