Breaking News

Cara Menulis Berita


Bagaimana menulis berita yang baik? Sebelum membahasnya, kita pahami terlebih dahulu apa itu berita.
Pengertian Berita
Banyak sekali pengertian berita yang telah dirumuskan oleh ahli. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :
1.   Kamus Besar Bahasa Indonesia Online – Berita atau kabar adalah cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. Berita juga berarti laporan, pemberitahuan, atau pengumuman.
2.   Dictionary of Media – Berita adalah laporan dari kejadian atau peristiwa yang baru saja terjadi dalam sebuah surat kabar, televisi, radio, atau laman.
3.   Dictionary of Mass Communication and Media Research – Berita adalah laporan dari suatu kejadian atau peristiwa yang baru saja terjadi atau laporan yang muncul di media massa.
Beberapa pendapat mengatakan bahwa istilah berita atau news dalam bahasa Inggris merujuk pada 4 (empat) arah mata angin, yaitu North, East, West, dan South. Hal ini mungkin diciptakan untuk membedakan antara diseminasi informasi secara kasual dan usaha yang disengaja untuk mengumpulkan berita.
Menurut David Demers (2005 : 210), berita dapat dibedakan ke dalam dua macam yaitu “hard news” dan“soft news”.
·         Hard news merujuk pada pelaporan berita tentang kejadian atau peristiwa yang terjadi misalnya berita-berita politik dan kriminal. Umumnya, hard news mencakup berita-berita terbaru yang ditulis dengan gaya piramida terbalik.
·         Soft news merujuk pada pelaporan berita yang terkait dengan tema human interest atau profil seseorang.

Formula Berita

Umumnya, terdapat dua macam formula dalam pendekatan tradisional penulisan berita yaitu formula berita Enam Pertanyaan Rudyard Kipling dan formula berita piramida terbalik.
A.  Enam Pertanyaan Rudyard Kipling

Suatu berita terdiri dari dua bagian, yaitu teras berita dan tubuh berita. Teras berita atau pengantar berita atau intro merupakan bagian terpenting dari suatu berita. Karenanya harus ditulis dengan singkat, padat, dan jelas.  Biasanya, dalam teras berita menjawab pertanyaan WHO – WHAT – WHERE – WHEN – WHY – HOW atau dikenal dengan 5W+1H.  

Contoh penulisan teras berita adalah sebagai berikut :

Seorang penjambret (WHO) berhasil melarikan diri (WHAT) dengan menggunakan sepeda motor (HOW)  setelah menggasak dompet Meong (WHY) saat sedang belanja kue di pasar (WHERE), kemarin (WHEN).

Masing-masing media berita atau kantor berita memiliki aturan tersendiri dalam menulis teras berita. Karena masing-masing memiliki alasan tersendiri mengenai unsur apa yang harus ditonjolkan dalam sebuah teras berita. Para jurnalis hendaknya mengenali gaya penulisan teras berita dari berbagai media. Namun pada umumnya, teras berita mengandung dan menjawab keenam pertanyaan di atas.

B.  Piramida Terbalik

Berita yang ditulis pada umumnya disusun dalam bentuk piramida terbalik. Tujuan penulisan berita dalam bentuk piramida terbalik adalah untuk memperlihatkan apa yang menjadi bagian terpenting dalam sebuah berita. Dalam piramida terbalik, pada teras berita berisi intisari infromasi yang sangat penting yang mencakup 5W+1H. Selanjutnya, pada bagian tubuh berita berisi informasi yang berupa fakta-fakta dan penjelasan rinci yang mendukung. Kemudian, pada bagian penutup, berisi informasi yang kurang penting.

Dengan demikian, penulisan berita dalam bentuk piramida terbalik memiliki karakteristik sebagai berikut :

1.   Menempatkan informasi dalam urutan logis.
2.   Mengatur informasi dari yang paling penting ke yang kurang penting.
3.   Alur kisah dimulai dengan sebuah klimaks.
4.   Informasi berikutnya bersifat menjelaskan dan mendukung teras berita.
           
        Keuntungan menulis berita dalam bentuk piramida terbalik adalah
        sebagai berikut :
1.   Mengiklankan apa yang akan dibaca dalam sebuah berita.
2.   Mengirimkan informasi yang paling penting di muka.
3.   Menghemat waktu bagi pembaca dan ruang editor.
4.   Memungkinkan para editor untuk mempersingkat berita dari bawah.
5.   Pengiriman berita lebih cepat.
6.   Pembaca dapat meninggalkan berita kapanpun ketika telah mendapatkan infromasi yang dibutuhkan.
Adapun kekurangan menulis berita dalam bentuk piramida terbalik adalah sebagai berikut :
1.   Pembaca menjadi tidak tertarik untuk membaca keseluruhan berita.
2.   Berita menjadi seperti tidak ada akhir.
3.   Tidak ada ketegangan karena pembaca kehilangan minat.

Teras Berita

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya bahwa yang dimaksud dengan teras berita atau leads adalah pembuka atau pengantar berita yang berisi intisari dari informasi yang sangat penting. Tujuan penulisan teras berita adalah untuk menarik perhatian khalayak. Umumnya teras berita ditulis dengan singkat, padat, dan jelas dalam satu atau dua paragraf.
A.  Karakteristik penulisan teras berita
Penulisan teras berita memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut:
a.   Informasi yang disajikan hendaknya relevan, berguna, dan menarik.
b.   Teras berita hendaknya menjawab pertanyaan “siapa yang peduli”.
c.   Teras berita berisi intisari informasi yang sangat penting.

B.  Pedoman penulisan teras berita

Dalam buku Bahasa Jurnalistik dan Komposisi, Rosihan Anwar (1984 : 131-133) memaparkan asal mula disepakatinya pedoman penulisan teras berita. Pada Karya Penulisan Wartawan XIII PWI Pusat yang diselenggarakan pada tanggal 10 – 15 Oktober 1977, disepakati sepuluh pedoman penulisan teras berita, yaitu :

1.   Teras berita menempati alenia pertama dan harus mencerminkan pokok terpenting berita. Teras berita umumnya terdiri dari satu kalimat dan kurang dari tiga kalimat.

2.   Teras berita yang mengikuti kaidah Bahasa Indonesia umumnya terdiri dari 30 – 45 perkataan. Jika teras berita disajikan dengan singkat atau kurang dari 25 perkataan, maka teras berita akan menjadi lebih baik.

3.   Teras berita ditulis dengan singkat agar :
·         Mudah ditangkap dan cepat dimengerti, mudah diucapkan depan radio dan televisi, dan mudah diingat
·         Kalimat-kalimat disusun secara singkat dan sederhana, dengan tetap mengindahkan bahasa baku serta ekonomi bahasa sehingga menjauhkan kata-kata mubazir.
·         Jelas melaksanakan ketentuan “satu gagasan dalam satu kalimat”.
·         Tidak  sekaligus memuat semua unsur 5W+1H atau 3A dan 3M yaitu “APA – SIAPA – MENGAPA – BILAMANA – DI MANA – BAGAIMANA”.
·         Dibolehkan memuat lebih dari satu unsur daripada 3A – 3M.
4.   Hal-hal yang tidak begitu mendesak, namun berfungsi sebagai penambah atau pelengkap keterangan, hendaknya dimuat dalam badan berita.

5.   Teras berita sebaiknya mengutamakan unsur APA.
Unsur APA diberikan dalam ungkapan kalimat yang sesingkat mungkin yang menyimpulkan atau mengintisarikan kejadian yang diberitakan.

6.   Teras berita juga dapat dimulai dengan unsur SIAPA, karena hal ini selalu menarik perhatian manusia. Jika unsur SIAPA tidak terlalu menonjol, maka sebaiknya ia tidak dipakai dalam permulaan berita.

7.   Teras berita jarang menggunakan unsur BILAMANA pada permulaannya. Sebab unsur waktu jarang merupakan bagian yang menonjol dalam suatu kejadian. Unsur waktu hanya dipakai sebagai permulaan teras berita, jika memang unsur itu bermakna khusus dalam berita itu.

8.   Urutan unsur dalam teras berita sebaiknya unsur TEMPAT dulu, kemudian disusul oleh unsur WAKTU.

9.   Unsur BAGAIMANA dan unsur MENGAPA diuraikan dalam badan berita, jadi tidak dalam teras berita.

10.               Teras berita dapat dimulai dengan kutipan pernyataan seseorang asalkan kutipan itu bukan merupakan suatu kalimat yang panjang. Dalam alenia berikutnya, hendaknya segera ditulis nama orang itu dan tempat serta kesempatan dia membuat pernyataan.

C.  Jenis-jenis penulisan teras berita

Teras berita memiliki beberapa jenis, yaitu :

·         Identifikasi segera – menekankan pada pemain kunci atau aspek “siapa”.
·         Identifikasi tertunda – secara umum merujuk apa aspek “siapa” karena seseorang memiliki nama kecil.
·         Intisari – menggabungkan beberapa elemen penting dibandingkan menyoroti sebuah aspek khusus ke dalam sebuah sinopsis.
·         Elemen berganda – menggabungkan beberapa tema sekaligus.
·         Teras berita dengan – menyajikan informasi yang unik.

Kepala Berita

1.   Menurut Rosihan Anwar dalam bukunya Bahasa Jurnalistik dan Komposisi (1984 : 85-87), kepala berita memiliki karakteristik sendiri yaitu :
  1. Kepala berita umumnya ditulis dengan menghilangkan bentuk awalan atau imbuhan atau prefix. Contoh kepala berita yang sering kita baca melalui surat kabar adalah : “Tantowi/Lilyana Raih Emas Pertama”. Penghilangan imbuhan dimaksudkan agar berita yang kit abaca menjadi lebih hidup.
  2. Kepala berita harus menceritakan intisari berita dalam bahasa yang ringkas dan padat.
  3. Kepala berita harus ditulis dalam bentuk kalimat aktif.
  4. Kepala berita secara ketat harus membatasi diri pada fakta-fakta dalam berita atau dalam cerita. Segala sesuatu yang yang bersifat pendapat atau opini, komentar atau ulasan, harus dibuang dari kepala berita.
  5. Penulisan kepala berita menggunakan kata-kata sederhana yang mengandung kata kerja aktif.
  6. Dalam penulisan kepala berita hendaknya tetap mengindahkan tata bahasa Indonesia yang baku.
Manfaat Mempelajari Teknik Penulisan Berita
Mempelajari teknik penulisan berita tentunya memberikan manfaat bagi siapa saja yang tertarik atau telah berkecimpung dalam dunia jurnalistik. Berbagai manfaat yang dapat kita peroleh adalah :
·         Memahami pengertian berita.
·         Memahami formula berita.
·         Memahami tata cara penulisan teras berita.
·         Memahami tata cara penulisan kepala berita.


Demikianlah ulasan singkat tentang Teknik Penulisan berita yang meliputi pengertian berita, formula berita, teras berita, dan kepala berita. Semua ini saya copy-paste dari situs pakarkomunikasi, khsususnya halamanhttps://pakarkomunikasi.com/teknik-penulisan-berita).

No comments